Review: Sabtu bersama bapak.

Senin sore kemarin saya akhirnya nemu buku Aditya Mulya yang Sabtu Bersama Bapak di bazar buku Gramedia, Hermes Mal. Believe it or not, ini buku pertama yang saya beli dalam 2 tahun terakhir. Not a good record, tapi memang saya bawa banyak sekali buku sepulang sekolah dari Melbourne 4 tahun lalu. Jadi lah saya menyicil baca yang sudah ada dulu.

Anyway, saya selalu suka dengan tulisan Aditya Mulya. Saya follower blognya. Meski kadang tidak sepenuhnya in line dengan pandangannya, saya suka cara berpikir AM yang terstruktur, logis, dan mudah dimengerti. Soal parenting juga saya belajar banyak dari blog beliau.

Nah, buku ini pun khas AM sekali. Bahasanya, diksi, mirip dengan yang ada di blog. Bedanya, pendekatan AM tentu lebih personal di blog, misal dengan menyebut pengalaman saat dia bekerja, cerita anaknya, dll. Isi cerita pun sebenarnya sudah pernah menjadi materi blog. Novel Sabtu Bersama Bapak sepertinya menjadi pemersatu pikiran-pikiran AM soal parenting selama ini, dikemas dalam cerita keluarga Gunawan dan Itje. Eh, ga cuma parenting deng, tapi juga soal membangun keluarga, yang mana ada hubungan suami istri, orangtua anak, dan menantu mertua.

Yang saya suka lagi, unsur emosi dalam buku ini terekspresi dengan pas. Garingnya ada, lucu ada, yang bikin terharu juga ada.

Paling utama adalah pesan-pesan yang disampaikan. Betapa menjadi seorang bapak itu sangat berat, sebenarnya. Bapak yang penuh pertimbangan dan matang berencana. Maka, buku ini baik sekali dibaca oleh semua orang, utamanya calon bapak dan bapak. Semoga bisa belajar dari buku ini :). Eh, tapi ya, imho buku ini untuk 21+ karena ada bagian-bagian yang khusus dewasa, hehe.

Saya sendiri terinspirasi untuk merubah beberapa hal. Ingin menjadi lebih care dan spend time lebih banyak sama orangtua, mumpung ya dua orangtua saya masih ada. Ingin work out untuk suami, hehe. Tetap belajar terus supaya jadi anak, istri, dan ibu yang lebih baik. Baca buku ini saya jadi lebih bersyukur karena alhamdulillah dikasih Allah suami super baik, pengertian, dan paling penting, punya rencana untuk kami. Kalo selama ini saya cenderung demanding, semoga sekarang bisa berpikir sebaliknya, bahwa he’s actually the one who deserves a better me.

Overall, good read. Cerita biasa, pesannya luar biasa. Saya masih mau beli buku-buku AM lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s