Tentang Sapih.

Sudah 10 hari Karim menyapih dirinya sendiri. Betul, he weaned himself.

Sejak kira-kira K berumur 18 bulan, kita serumah (termasuk oma dan tutehnya) mulai memotivasi K supaya tidak mimik lagi. Mulai bisik-bisik mesra tiap mimik dan pas tidur, sampai omongan bahwa mimik hanya untuk anak bayi dan K sudah besar. Bahwa anak besar, seperti bang Fathan dan bang Danish (sepupu-sepupunya), tidak mimik lagi. Kalo pas ada sepupunya di rumah pun, dan K lagi mimik, mereka pasti ngeceng cengin K, bilang “maluuu masih mimik, kayak anak bayi”. Hehe…

Tapi… Kok yaa anaknya cuek aja. Tetep mimik, malah dengan frekuensi makin bikin sebal. Masalahnya pakai acara jungkir balik dan gigit. Pas dia genap dua tahun, saya berpikir sepertinya weaning with love ga mempan buat K. Ga bisa kalau cuma ala ala mama mama WWL yang pakai hipnoterapi bisa tersapih anaknya. Cara manipulasi pun sempat kita lakukan. Tempel handyplast dan pura-pura kalau mimiknya sakit. Ga ampuuhhhh…

Kita pun berencana akan paksa pakai metode cry it out loud. Cuma menunggu waktu yang tepat. Menunggu kita berdua ada di rumah, supaya proses menenangkan anak yang akan disapih lebih gampang.

Kebetulan bulan April lalu, hectic sekali buat kami. Saya dan suami ganti-gantian ke luar kota. Saya sendiri sempat ke Bali 4 hari. Pulang ke rumah 1 hari, kemudian terbang lagi ke Baku selama 6 hari. Pulang dari Bali, masih ngasih asi sih. Berharap pulang dari Baku, anaknya udah biasa ga mimik.

Betul saja. Setiba di rumah, K memang minta mimik. Saya bilang K sudah besar, kok masih minta mimik. Begitu saja, dia langsung oke. Katanya, “Karim anak besar, tidak mimik lagi. Malu sama kucing. Meong meong meong”. Hahaha…

Sepertinya dia takut, Bunda akan pergi lagi kalo dia mimik.

Malam, dia sempat merengek, memaksa, minta mimik. Kira-kira 5 menit, saya biarkan dia merengek. Akhirnya dia bilang, ” pegang mimik aja”. Beneran loh… Pegang aja, ga pake usaha mau mimik. Good boy. My big boy.

Sampai sekarang. Jika sedang rindu mimik, K minta pegang saja. Tidak mimik lagi. Malu sama kucing. Hehe…

Rupanya bisa juga yaa weaning ga pakai paksa. Alhamdulillah. K juga sepertinya emang sudah siap, jadi prosesnya sudah gampang. Saya pikir, motivasi kami sejak dia masih 18 bulan yang terus nempel di pikirannya, berhasil. Tidurnya pun lebih nyenyak nih sejak tersapih.

Tahap selanjutnya. Lepas diapers. Semoga ga pakai drama juga yaa bocil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s