Mau bilang apa.

Saya sedang di Meulaboh. Sedang suntuk juga dengan pekerjaan yang seharusnya saya update sekarang. Sebenarnya ingin cerita pengalaman di Baku. Tapi, sungguh saya sedang sangat suntuk sampai tak bisa menulis hal-hal menyenangkan. Hiks.

Jadi, setelah sempat jadi orang kantoran selama 2 bulan. Saya kembali menjadi freelancer. Alhamdulillah, saya selalu dapat kerjaan. Andai saya punya asisten yang pas, lebih banyak tawaran yang bisa saya ambil. Tapi apa daya. Asisten ga pas-pas, waktu pun berbatas. Komitmen saya, keluarga nomor satu. Maka, ada threshold  jumlah pekerjaan dari suami, haha. Kualitas yang penting. Daripada besok, saya kena blacklist.. Ishhh..

Anyway, pekerjaan saya ini dikelilingi oleh tukang olah, korupsi, kolusi, dan nepotisme. Betul. Ngeri… Tak usah lah didetailkan disini, semua orang tahu praktik umum yang terjadi di instansi pemerintahan kita terkait proyek. Baru saya tahu, mengapa pejabat dari instansi spesialisasi sarpras ini bisa kaya raya layaknya pengusaha kelas kakap. Tiap kali bergosip dengan suami soal orang-orang ini, kami berdoa agar dijauhkan oleh Allah dari godaan yang bikin perut anak-anak kami diisi makanan haram. Naudzubillah.

Yang bikin saya galau… Saya ini berdosa ga ya membiarkan kejadian-kejadian ini lalu lalang di depan mata saya? Bukankah kewajiban saya mengadu atau melaporkan ke KPK? Kalau tidak lapor, apakah berarti saya mendukung KKN? Di lain sisi, saya hanya tenaga ahli, yang juga digaji oleh sebagian jerih KKN itu.

Hiks, mau bilang apa?

Sebenarnya bagaimana harus bersikap terkait beginian??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s