Kita, punya siapa?

Akhir-akhir ini, K sering bilang, “abi punya siapa?”, “Karim punya abi”.

Ntah bagaimana logikanya, K sering bilang, “Karim punya abi”. Dan kalau saya tanya, ” Bunda punya siapa?”. Dia jawab, “Bunda punya tuteh (ayah saya)”. Hahaha.. Kok sepertinya dia anggap orangtua laki yang mempunyai anaknya ya?

Biasanya, dia ngomong-ngomong punya siapa ini kalau saya dan abinya sedang berduaan. Cemburu, haha… K langsung dusel-dusel nyempil di tengah dan bilang lagi, “abi punya Karim”. Tuh ya kalau biasanya anak rebutan bundanya, di rumah kami, kita rebutan abi :D.

Anyway, semalam saya jawab, “abi punya Allah. Dulu abi dikasih untuk mami (panggilan nenek), sekarang dikasih untuk Bunda. Abi cuma dititip sama kita.”

Ehhh, anaknya ga mau kalah. “Sekarang abi dititip untuk Karim”.

(-_-)

Beberapa saat kemudian, saya jadi berpikir. Karim sekarang dititip sama saya oleh Allah. Suatu saat, dia akan dititip sama perempuan lain yang akan jadi istrinya. Hiks.. Tak terbayang apakah saya akan siap. Bayi yang saya gendong-gendong cium-cium peluk-peluk cebok-cebok tiap hari ini akan bersama perempuan lain.

Mewek.

Advertisements