KL trip. Hari ke-1.

Setelah skip health screening tahun lalu, awal tahun ini kita putuskan ke Kuala Lumpur untuk check up.

Fokus utama adalah cek fertilitas karena kami belum hamil sejak masa ASI lewat, yang berarti sudah 3 tahun. Kami ingin pastikan bahwa kondisi rahim dan kesehatan saya baik-baik saja. Begitu juga dengan suami. Plus, keluhan kesehatan tambah banyak 😂. Terutama kita berdua sepertinya kena maag akut. Saya sudah dua kali ke IGD kena serangan maag, malam-malam buta pula. Duh, sakit paling ga nahan nih kalo ga berdaya pasca muntah akibat asam lambung naik.

Anyway, rencana tinggal rencana. Udah konfirmasi tiket, bikin janji sama dokter, browsing hotel, suami tiba-tiba harus ke Jakarta. Yasudlah, daripada reschedule harganya selangit dan ga refundable secara dapat AirAsia lowfare 😁, akhirnya saya berangkat sama anak muda 5 tahun yang Masha Allah pengertian sekali selama perjalanan.

Sementara suami duluan terbang, saya harus set strategi supaya K ga bete dibangunin pagi-pagi. Kalo dia cranky, bisa-bisa mood ga bagus seharian. Packing sudah selesai malam sebelum berangkat. Pagi, saya hanya membereskan rumah, shalat shubuh, email yang penting-penting, siap-siap. K hanya ganti baju dan lap-lap pake tisu basah, haha. Dia ga mau mandi soalnya. Yasudahlah ya.. daripada…..

Tiba di bandara jam 7.10. Pas lah untuk check in dan imigrasi. K juga langsung bangun dan ga rewel sama sekali. Cuma minta minum dan mulai lapar. Kami memang sudah siap dengan bekal susu, roti, dan biskuit sih. All good.

Take off on time. Kita menempati tiga seats satu row. Yeay…tapi seharusnya jatah abi :-(. Beda dengan perjalanan K sebelumnya, kali ini nanyanya lebih banyak. Kenapa awan ga jatuh-jatuh. Kenapa pesawat ga punya baling-baling tapi bisa terbang. Kenapa ada duri-duri (asumsi saya anti petir) di sayap pesawat. Kenapa kita menembus awan dan ga ketabrak. Kenapa dan kenapa lainnya. 😅😅. Alhamdulillah, meski susah mau jawab apa, karena harus memilih jawaban yang pas kan dalam bahasa yang mudah dipahami, saya berusaha jawab. Bersyukur juga proses berpikir K berjalan. Normal.

Pertanyaan-pertanyaan lanjut sampai sekarang, terutama karena dia lihat banyak perbedaan cara berpakaian di sini. Kami memang selalu inform K kalau aurat harus ditutup, sesuai ajaran Islam. Malu jika aurat terbuka. Nah, di sini memang lebih diverse ya orang-orangnya. Ada yang pakai sari, hot pants, baju terbuka bahu, dll… Hehe. K sudah pernah ke Jakarta dan Medan juga beberapa kali, tapi memang sekarang fasenya dia lebih banyak berpikir. Maka pertanyaan keluar sekarang.

Bunda, kenapa kok belakang ibu tu terbuka? Aurat ga boleh terlihat kan?

Mana suara K tu tipenya besar gitu… 🙄

Iya, aurat ga boleh terbuka untuk kita. Tapi, pakaian orang beda-beda. Ada yang ditutup semua, ada yang enggak.

Dia terima sih, walaupun pas lihat tipe yang lain, nanya lagi. Memang waktu yang tepat untuk mengajarkan perbedaan. Semoga saya ga salah mengarahkan. Saya ingin K bertoleransi, tapi tetap tahu bahwa koridor yang benar hanya di jalan Islam.

Anyway, dari KLIA kita ke KL sentral naik bis. Di bandara, saya sempat tukar duit, yang mana ga recommended ya, haha. Saya sih tukar dikit untuk makan siang dan naik bis, plus beli paket data di KL Sentral. Trus naik grab ke Ampang. Total naik 3 moda hari ini. K merasa perjalanan jauh sekali, haha. K sempat ketiduran di bis, tapi langsung on begitu sampai di KL Sentral. Ga pake minta gendong, ga pake rewel. Padahal, biasanya dia harus dikelonin dulu bangun tidur dan mewek.

Kami pilih menginap di Ampang, pas di depan hospital yang dituju, KPJ Ampang Putri. Kawasannya cukup oke sih, banyak tempat makan. Ada bank dan money changer. Convenient store juga banyak. Ga aneh-aneh juga, haha. Beda dengan kawasan KL Sentral ya, banyak yang aneh orang-orangnya di Brickfields tuh.

Istirahat di hotel, malamnya saya dan K makan malam di Nando’s yang cuma 20 meter dari hotel. Finally!! Hahaha. Saya selalu kangen Nando’s, tempat favorit sama teman-teman kalo lagi stress assignments jaman kuliah di Melbourne. Kalo di Melbourne, Nando’s ini makanan murahan. Kalo di sini, kayaknya tergolong agak pricey.

Kami sempat ke Ampang Point di belakang hotel juga. Tapi ga interesting sih, jadi cuma lihat-lihat sebentar, beli susu K, dan pulang.

Tidur.

Rekap pengeluaran hari ini.

  1. Makan siang di KLIA 17.05
  2. Bis KLIA-KL sentral 18.00 (dewasa 12, anak 6).
  3. Paket data 30.00 (digi 1,5gb untuk 7 hari plus bonus 1gb/hari untuk jam 1pm-7pm, telpon gratis 20 menit ke Indo).
  4. Grab 19.50 (KL sentral-Ampang, tol 2.50).
  5. Deposit hotel 50.00 (bisa diambil lagi pas checkout).
  6. Tax turis 20.00 (10/malam)
  7. Nando’s 32.90
  8. Snacks 13.75
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s